BOYOLALI,suaramerdekakedu.com – Puncak peringatan Hari Desa Nasional 2026 yang dipusatkan di Kabupaten Boyolali pada Kamis (15/1) menciptakan fenomena unik sekaligus mencengangkan. Kehadiran sekitar 100.000 peserta dari berbagai penjuru tanah air tak pelak membuat arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan protokol “Kota Susu” tersebut mengalami stagnasi total atau macet horor sejak pagi hari.
Namun, di tengah kemacetan panjang yang mengular hingga hitungan kilometer, sisi jenaka khas warga lokal justru mencuat dan menjadi perbincangan hangat di media sosial. Alih-alih larut dalam kekesalan, sejumlah warga yang terjebak kemacetan justru melakukan aksi “wisata dadakan” di pinggir jalan.
Piknik di Tengah Kemacetan
Berdasarkan pantauan di lapangan dan unggahan yang viral di platform TikTok, terlihat pemandangan yang tak lazim. Sejumlah pengendara dan warga lokal tampak menggelar tikar di bahu jalan serta trotoar. Mereka secara santai menyantap bekal makanan dan minuman layaknya sedang berpiknik di objek wisata, sembari menunggu urai kemacetan yang tak kunjung terurai.
Aksi ini pun menuai beragam reaksi menggelitik dari warganet. Salah satu komentar yang paling banyak mendapat sorotan menyebutkan bahwa identitas Boyolali hari ini telah bergeser. “Boyolali hari ini bukan lagi Kota Susu, melainkan Kota Parkir Terpanjang se-Jawa Tengah,” tulis seorang netizen dalam unggahan yang telah dibagikan ribuan kali tersebut.
Rekayasa Lalu Lintas
Pihak Satlantas Polres Boyolali sebenarnya telah berupaya melakukan rekayasa lalu lintas dan pengalihan arus di beberapa titik krusial. Namun, volume kendaraan yang masuk ke wilayah Boyolali memang melampaui kapasitas normal jalan, menyusul besarnya antusiasme peserta Hari Desa Nasional.
Meskipun aktivitas ekonomi dan mobilitas warga terganggu signifikan, suasana di lapangan terpantau tetap kondusif. Fenomena “piknik dadakan” ini dianggap sebagai bentuk strategi koping masyarakat dalam menghadapi situasi darurat dengan cara yang positif. Pihak otoritas mengimbau bagi pengendara yang tidak memiliki kepentingan mendesak untuk menghindari pusat kota Boyolali hingga acara resmi berakhir dan arus massa mulai mencair pada sore nanti. (HIL)
















































