DLH Wonosobo Nilai, Mobil Sampah Boroskan Anggaran

Gunungan sampah yang berada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Desa Losari Kecamatan Selomerto.

WONOSOBO, SM Network – Pembelian kendaraan angkut sampah desa saat ini tengah menjadi tren di lingkungan pemerintahan desa. Namun sayangnya, hal tersebut justru tidak menjadi solusi untuk mengatasi persoalan sampah di desa. Bahkan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Wonosobo Widi Purwanto menilai kebijakan pembelian mobil pengangkut sampah justru sebagai pemborosan dalam pengadaan barang.

“Dengan pengadaan mobil bukan mengurangi sampah, melainkan hanya memindahkan sampah dari desa ke kota, dan saya rasa ini tidak tepat. Seharusnya, sampah dikelola dengan baik tidak hanya dipindahkan,” terangnya saat memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Jumat lalu.

Bacaan Lainnya

Dirinya mengatakan, seharsunya pemerintah desa bisa memperhitungkan dengan tepat mengenai jarak tempuh saat membawanya ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Jika jaraknya terlalu jauh maka akan menjadi pemborosan saja. “Anggaran yang digunakan untuk pengadaan dan akomodasi jauh lebih mahal. Yang benar sampah harus di kelola seperti yang ada di Desa Sikunang Kecamatan Kejajar,” jelasnya.

Widi menambahkan, pembuangan sampah dari desa ke kota justru hanya akan memperbanyak penumpukan sampah di TPA Selomerto. Hal senada diungkapkan, Kepala Seksi Kebersihan DLH Wonosobo, Mujiono. Menurutnya, TPA yang berada di Desa Losari Kecamatan Selomerto telah mengalami kelebihan muatan atau overload. Dikatakan Mujiono, setidaknya sekitar 80 ton sampah setiap harinya menambah gunungan di TPA yang salah satunya bersumber dari sampah yang diangkut dengan menggunakan mobil sampah desa.

” Kalau hanya memindahkan sampah dari desa ke TPA, tanpa dikelola, itu sama saja memindahkan masalah ke tempat yang lebih besar,” katanya.

Pihaknya mengapresiasi kesadaran masyarakat akan pentingnya membuang sampah. Namun apabila cara-cara lama dengan memindahkan ke TPA terus dilakukan maka tidak akan menyelesaikan masalah. Pihaknya mengharapkan sampah-sampah tersebut untuk dipilah, diolah sebelum dipindahkan ke TPA. Sehingga sampah itu benar-benar hasil residu yang sudah tidak ada manfaatnya.


Adib Annas Maulana

Pos terkait

Tinggalkan Balasan