Balita Positif Korona di Sardjito Dinyatakan Sembuh

SM/Dananjoyo - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan HB X bersama Bupati Bantul Suharsono, Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi, Ketua DPRD DIY Nuryadi dan Bupati Sleman Sri Purnomo memberikan keterangan pers terkait kasus COVID-19, di Kantor Gubernur DIY, Kepatihan, Yogyakarta, Minggu (15/3). Sri Sultan HB X mengungkapkan di wilayah DIY saat ini terdapat satu pasien balita usia 3 tahun yang terkonfirmasi positif COVID-19, yang telah diisolasi di RSUP Dr. Sardjito dan kondisinya mulai membaik. Ia juga menyatakan bahwa Yogyakarta masih aman dan siap dikunjungi wisatawan. Berdasarkan pantauan dan data Dinas Kesehatan DIY, belum ada satu pun warga masyarakat ataupun wisatawan di Yogyakarta yang dinyatakan positif terpapar virus corona.

SLEMAN, SM Network – Tim medis RSUP Sardjito Yogyakarta menyatakan pasien positif terjangkit virus korona yang masih berusia 3 tahun, sembuh. Pasien anak ini telah diperbolehkan pulang pada Kamis (19/3) sore.Kedua orang tuanya juga sudah kembali ke rumah. Sejak awal pemeriksaan, kondisi orang tua dinyatakan negatif terinfeksi virus korona.

“Masyarakat Jogja tidak perlu panik. Covid-19 bisa disembuhkan, terbukti pula bahwa orang tua yang bersinggungan erat tidak tertular,” kata Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUP Sardjito, Banu Hermawan, Jumat (20/3).

Pasien anak ini telah menjalani tiga kali tes dengan hasil negatif, sebelum akhirnya diperbolehkan pulang ke rumah. Saat ini, RSUP Sardjito masih merawat 9 orang pasien dalam pengawasan korona.Banu mengatakan, tim medis bekerja seoptimal mungkin sesuai standar prosedur dalam menangani kasus korona.

Hanya saja, RSUP Sardjito belum mampu melakukan uji swab secara mandiri. Upaya yang baru bisa dilakukan oleh rumah sakit tersebut masih sebatas check up fungsi paru. 

“Kami imbau kepada masyarakat jika mengalami kondisi badan panas, dan pernah berinteraksi dengan orang yang positif Covid-19 agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Tidak harus ke Sardjito,” tukasnya.

Sementara itu, pasca satu warga Sleman dinyatakan positif korona, Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat melakukan tracing kepada orang-orang yang pernah kontak dengan pasien selama kurun 14 hari sebelum dinyatakan positif.

Kepala Dinkes Sleman Joko Hastaryo menuturkan, langkah itu diambil sesuai dengan protokol. Proses tracing ini dilakukan oleh Dinkes Sleman bersama Puskesmas Ngaglik dibantu pemerintah kecamatan setempat.

“Mekanismenya, kami tidak mendatangi rumah melainkan wawancara lewat ponsel. Supaya, masyarakat tidak panik,” ujarnya.Hasil tracing, kata Joko, baru bisa diketahui beberapa minggu ke depan. Namun demikian, pihaknya mengimbau masyarakat agar tidak khawatir dan selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.


Amelia Hapsari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan