TEMANGGUNG, suaramerdekakedu.com– Dalam upaya mencetak tenaga pendidik dan manajer pendidikan yang profesional, Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Manajemen Pendidikan Islam (MPI) INISNU Temanggung melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di MAN 2 Yogyakarta pada Kamis, 23 Januari 2026.
Kegiatan ini diikuti oleh 49 mahasiswa yang antusias menggali ilmu langsung dari salah satu madrasah unggulan di Indonesia. Acara dibuka dengan khidmat melalui lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh siswa MAN 2 Yogyakarta, M. Iqbal Ramadhan, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Integrasi Teori dan Praktik di Era Post-Truth
Dalam sambutannya, Kaprodi PAI INISNU Temanggung, Luluk Ifadah, M.S.I., menekankan bahwa KKL ini merupakan bagian integral dari sistem blended learning. Kegiatan ini diawali dengan webinar bertema “Tantangan Pembelajaran Agama Islam di Era Post-Truth.
“Kami berharap para mahasiswa bisa mendapatkan pengalaman praktis untuk melengkapi teori yang telah mereka dapatkan di dalam kelas. Tantangan zaman menuntut calon guru PAI tidak hanya menguasai materi, tapi juga adaptif terhadap arus informasi,”ujar Luluk.
Senada dengan hal tersebut, Kaprodi MPI, Gunarti Ika Pradewi, M.Pd., menjelaskan bahwa kunjungan ini difokuskan pada penguatan manajerial. Mahasiswa MPI diarahkan untuk membedah lokus manajemen madrasah sebagai bekal nyata setelah mereka lulus nanti.
Madrasah Riset hingga Broad Casting
Kepala MAN 2 Yogyakarta menyambut hangat rombongan dan memaparkan berbagai capaian prestisius lembaga yang dipimpinnya. Beliau menjelaskan bahwa MAN 2 Yogyakarta merupakan madrasah unggulan, baik di bidang akademik maupun non-akademik.
Beberapa keunggulan yang dipaparkan antara lain:
Program Madrasah Riset: Menghasilkan berbagai karya tulis ilmiah berkualitas.
Kelas Olahraga: Mencetak atlet berprestasi di tingkat nasional hingga internasional.
Program Percepatan: Memberikan kesempatan siswa lulus dalam waktu 2 tahun.
Keterampilan Broad Casting: Lulusannya banyak terserap di media televisi nasional.Hartiningsih, M.Pd., menambahkan bahwa MAN 2 Yogyakarta adalah salah satu dari dua madrasah di Indonesia yang berhasil meraih predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK).
Selain itu, sebagai Madrasah Adiwiyata Nasional, lembaga ini menerapkan konsep Ekoteologi dalam pengelolaan sampah, sejalan dengan program yang digaungkan Kemenag RI.
Observasi Mendalam dan Studi Banding Ketua Panitia KKL, Iqbal Chaelani, M.Pd., menyampaikan bahwa setelah sesi formal, mahasiswa melakukan observasi lapangan dan wawancara mendalam dengan para guru pamong serta stakeholder madrasah.
Mahasiswa didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) masing-masing untuk memastikan data yang diambil akurat dan bermanfaat bagi tugas akhir mereka,” jelas Iqbal.
Setelah agenda akademik selesai, rangkaian kegiatan ditutup dengan kunjungan wisata ke kawasan Malioboro dan sekitarnya untuk mempererat keakraban antar-mahasiswa.
















































