OLAHRAGA, kedu.suaramerdeka.com – Langkah Arsenal dalam perburuan gelar juara Liga Inggris musim ini terganjal di kandang sendiri. Tampil di hadapan publik Emirates Stadium, Minggu (25/1), skuad asuhan Mikel Arteta harus mengakui keunggulan Manchester United dengan skor tipis 2-3. Kekalahan ini membuat margin poin The Gunners di puncak klasemen kini hanya tersisa empat angka.
Sejak peluit pertama dibunyikan, Arsenal sebenarnya mendominasi alur permainan. Upaya mereka membuahkan hasil pada menit ke-30. Berawal dari penetrasi Bukayo Saka yang mengirim umpan kepada Martin Odegaard, bola kemudian diarahkan ke Jurrien Timber. Tekanan Timber memaksa bek MU, Lisandro Martinez, melakukan gol bunuh diri saat mencoba menghalau bola.
Titik Balik Kesalahan Sendiri
Keunggulan satu gol rupanya membuat barisan pertahanan Arsenal lengah. Manchester United mulai keluar menyerang melalui aksi Bruno Fernandes. Petaka bagi tuan rumah datang menjelang turun minum. Gelandang Martin Zubimendi melakukan kesalahan fatal lewat umpan ceroboh yang berhasil dipotong oleh Bryan Mbeumo. Dengan tenang, Mbeumo melewati David Raya untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Memasuki babak kedua, “Setan Merah” berbalik memimpin. Melalui skema serangan dari sisi kiri, Patrick Dorgu melepaskan tembakan setengah voli keras yang gagal dibendung David Raya setelah menerima bola pantul dari Fernandes.
Upaya Maksimal Arteta
Merespons ketertinggalan, Mikel Arteta melakukan rotasi besar-besaran dengan memasukkan empat pemain sekaligus pada menit ke-58. Strategi ini sempat memberikan harapan bagi pendukung tuan rumah. Pada menit ke-84, Mikel Merino berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 memanfaatkan kemelut di depan gawang akibat kegagalan kiper Senne Lammens mengantisipasi sepak pojok.
Namun, kegembiraan publik London Utara tidak bertahan lama. Manchester United menutup laga dengan kemenangan lewat aksi individu Matheus Cunha. Pemain asal Brasil tersebut melakukan cut-inside tajam sebelum melepaskan tembakan terukur ke sudut bawah gawang Arsenal.
Skor 2-3 bertahan hingga laga usai. Hasil ini menjadi alarm keras bagi Arsenal yang tampil gugup di bawah tekanan, sementara bagi Manchester United, kemenangan ini menjadi bukti efektivitas serangan balik mereka di tengah kritik performa yang belakangan melanda. (hil)

















































