MAGELANG, suaramerdekakedu.com– Intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Borobudur dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir memicu bencana tanah longsor di Desa Ngadiharjo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. Sebanyak 84 keluarga atau sekitar 154 jiwa terpaksa dievakuasi setelah rumah mereka terdampak material longsoran.
Dusun yang dilaporkan mengalami dampak paling parah meliputi Dusun Tanjung, Sidengan Utara, Karangtengah Utara, Karangtengah Selatan, dan Dusun Tawangsari. Mayoritas bangunan warga mengalami kerusakan pada bagian fondasi dan dinding, serta terputusnya sejumlah akses jalan utama menuju permukiman.
Penanganan Darurat dan Evakuasi
Guna menjamin keselamatan warga dari ancaman longsor susulan, Pemerintah Kabupaten Magelang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama TNI, Polri, dan relawan langsung melakukan evakuasi massal. Warga kini menempati Balai Ekonomi Desa (Balkondes) Ngadiharjo yang dijadikan posko pengungsian sementara.
Bupati Magelang, Grengseng Pamudji, menegaskan bahwa keselamatan warga adalah prioritas tertinggi dalam manajemen darurat kali ini. Alat berat telah dikerahkan untuk membuka akses jalan yang tertimbun tanah agar bantuan logistik bisa masuk tanpa hambatan.
“Sejak laporan diterima, kami langsung menginstruksikan seluruh jajaran untuk bergerak. Kami memastikan kebutuhan dasar warga di pengungsian terpenuhi sembari terus melakukan mitigasi agar risiko bencana dapat diminimalisasi,” ujar Bupati Grengseng saat memantau lokasi, Senin (19/1) malam.
Dukungan Legislatif dan Mitigasi Jangka Panjang
Penanganan bencana di Ngadiharjo juga mendapat perhatian dari tingkat pusat. Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Wibowo Prasetyo, turun langsung ke lokasi untuk menyalurkan bantuan sembako bagi para korban. Legislator dari Dapil VI Jawa Tengah tersebut mengapresiasi kesigapan Pemkab Magelang dalam merespons bencana.
“Koordinasi yang cepat sangat krusial untuk menekan risiko korban. Kami akan terus mengawal proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana agar masyarakat bisa segera kembali beraktivitas dengan aman,” kata Wibowo.
Selain penanganan darurat, Pemkab Magelang kini mulai menyiapkan langkah mitigasi jangka menengah dan panjang. Fokus utama akan diarahkan pada pemetaan ulang wilayah rawan bencana, perbaikan sistem drainase desa, serta penguatan struktur tanah di kawasan lereng permukiman.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi di pengungsian dilaporkan kondusif. Meski demikian, BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat prakiraan cuaca menunjukkan potensi hujan ringan hingga lebat masih akan mendominasi wilayah Jawa Tengah dalam beberapa hari ke depan.
















































