TEMANGGUNG,suaramerdekakedu.com– Kondisi infrastruktur jalan raya utama yang menghubungkan Temanggung dan Wonosobo kini tengah menjadi sorotan tajam masyarakat. Curah hujan yang tinggi belakangan ini disinyalir memperparah kerusakan jalan, hingga memunculkan lubang-lubang cukup dalam yang membahayakan pengguna jalan.
Salah satu titik terparah terpantau berada di depan gapura Dusun Kalianggrung, Desa Tlahap. Berdasarkan pantauan di lokasi, sebuah lubang besar tampak menganga di tengah aspal dan kerap tergenang air saat hujan turun, sehingga sering kali tidak terlihat oleh pengendara yang melintas.
Kondisi ini memicu kekhawatiran akan terjadinya kecelakaan lalu lintas, terutama bagi pengendara sepeda motor. Beberapa warga dan petugas di lapangan secara swadaya mencoba memberikan tanda atau melakukan upaya darurat untuk mencegah jatuhnya korban jiwa akibat terperosok ke dalam lubang tersebut.
Masyarakat berharap pihak terkait, khususnya instansi yang berwenang dalam pemeliharaan jalan provinsi, dapat segera mengambil tindakan nyata sebelum kerusakan semakin meluas dan memakan korban.
Tanggapan Netizen
Unggahan mengenai kondisi jalan ini di media sosial pun langsung dibanjiri komentar dari warga net yang merasa gerah dengan lambatnya perbaikan. Salah satu komentar datang dari akun *wish9999xx* yang mengungkapkan kekesalannya menggunakan bahasa daerah:
“Sakjane tmg ki duwe instansi sing tugase dandani dalan ora to pajak mundak dalan bodol do micek.” Artinya sebagai berikut: (Sebenarnya Temanggung itu punya instansi yang bertugas memperbaiki jalan tidak sih? Pajak naik tapi jalan rusak pada tutup mata)
Komentar tersebut mencerminkan keresahan kolektif masyarakat yang merasa kontribusi pajak yang mereka bayarkan tidak sebanding dengan kualitas fasilitas publik yang mereka terima di lapangan.

















































