BOLA, kedu.suaramerdeka.com– Identitas permainan Manchester United yang sempat meredup perlahan mulai benderang kembali di bawah arahan manajer interim, Michael Carrick. Dalam debut periode keduanya, Carrick sukses membawa The Red Devils membungkam rival sekota, Manchester City, dengan skor meyakinkan 2-0 di Old Trafford, Sabtu (17/1).
Kemenangan dalam tajuk Derby Manchester ini tidak sekadar mengamankan tiga poin krusial, namun menjadi sinyal kuat kembalinya keberanian dan kecepatan yang menjadi DNA khas era Sir Alex Ferguson. Hasil ini sekaligus menambah daftar “korban” pelatih elite yang berhasil ditaklukkan Carrick, bersanding dengan nama-nama seperti Unai Emery dan Mikel Arteta.
Dominasi Total di Teater Impian
Meski papan skor menunjukkan angka 2-0, United sejatinya tampil sangat dominan. Kiper City, Gianluigi Donnarumma, dipaksa jatuh bangun melakukan penyelamatan gemilang untuk menghalau gawangnya dari banjir gol.
Tercatat, tiga gol tuan rumah sempat dianulir wasit karena posisi offside yang sangat tipis. Selain itu, peluang emas dari Harry Maguire dan Amad Diallo yang membentur tiang gawang menunjukkan betapa agresifnya lini serang United. Performa klinis ini disebut-sebut sebagai salah satu penampilan terbaik United di Old Trafford sejak masa transisi pasca-2013.
Relevansi Warisan Taktik Ferguson
Kemenangan ini seolah menjadi jawaban atas kritik pedas legenda klub, Roy Keane, yang sebelumnya menyangsikan staf kepelatihan peninggalan era Ferguson. Carrick justru membuktikan bahwa taktik klasik sang mentor masih sangat relevan di sepak bola modern.
Meninggalkan eksperimen rumit ala Ruben Amorim, Carrick kembali ke pakem fleksibel 4-2-3-1. United tidak lagi terjebak dalam penguasaan bola lambat, melainkan bermain dengan intensitas tinggi dan transisi yang mematikan. Lini belakang yang dikomandoi Lisandro Martinez dan Harry Maguire tampil agresif, tak segan melakukan tekel bersih untuk memutus alur serangan The Citizens.
Gol pembuka yang dicetak Bryan Mbeumo menjadi bukti nyata kejamnya serangan balik United. Mbeumo, yang didorong sebagai ujung tombak menggantikan Benjamin Sesko, mampu memanfaatkan ruang kosong dengan mobilitas tingginya.
Perjudian Taktis dan Sayap Murni
Kunci kemenangan United lainnya terletak pada keberanian Carrick mengembalikan Bruno Fernandes ke posisi aslinya sebagai nomor 10. Keleluasaan kreasi yang diberikan kepada sang kapten membuat pertahanan City kocar-kacir.
Di sisi sayap, Carrick menginstruksikan Patrick Dorgu dan Amad Diallo untuk bermain lebar sebagai proper wingers. Strategi ini membuahkan hasil pada gol kedua, di mana Dorgu sukses memenangi adu lari melawan Rico Lewis sebelum menyambar umpan silang Matheus Cunha.
Soliditas Lini Tengah dan Belakang
Di lini tengah, kembalinya Kobbie Mainoo memberikan ketenangan yang sempat hilang. Gelandang muda berusia 20 tahun itu tampil penuh kedewasaan sepanjang 90 menit. Sementara itu, kembalinya duet maut Maguire-Martinez di jantung pertahanan memberikan stabilitas yang selama tahun 2025 menjadi titik lemah tim.
Kini, dengan fokus yang tersisa pada kompetisi domestik, misi utama Carrick adalah mengamankan tiket Liga Champions. Konsistensi akan menjadi ujian sesungguhnya bagi pria Inggris tersebut. Jika momentum ini terjaga, posisi manajer permanen bukan tidak mungkin akan segera menjadi miliknya. (HIL)
















































