GROBOGAN,suaramerdekakedu.com – Kasus keracunan massal yang menimpa ratusan siswa sekolah dasar di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, pascamenyantap menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) mendapat perhatian serius dari Pemerintah Pusat. Hingga saat ini, sebanyak 113 siswa masih menjalani perawatan intensif di sejumlah fasilitas kesehatan akibat insiden tersebut.
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan, total terdapat 803 siswa yang mengalami gejala keracunan. Para korban berasal dari 12 sekolah di wilayah Kecamatan Gubug yang menyantap menu serupa dalam program uji coba tersebut.
Kunjungan Menteri HAM
Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, turun langsung menjenguk para siswa yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. R. Soedjati Soemodiardjo, Purwodadi. Dalam kunjungannya, Pigai menyebutkan bahwa insiden ini merupakan dampak dari kurangnya perhatian terhadap standar kebersihan dalam proses penyediaan makanan.
“Saya berkesimpulan bahwa apa yang dialami oleh siswa-siswi kita memang karena makanannya tidak higienis. Kurang higienisnya pengolahan menyebabkan mereka jatuh sakit dengan gejala yang rata-rata sama,” ujar Natalius Pigai saat memberikan keterangan di RSUD Purwodadi [00:57].
Di RSUD Purwodadi sendiri, saat ini tercatat masih ada 13 siswa yang bertahan untuk menjalani observasi medis dari total 29 siswa yang sebelumnya sempat dirawat di rumah sakit tersebut [00:30].
Evaluasi Satuan Pelayanan
Menanggapi musibah ini, pemerintah daerah bersama instansi terkait akan melakukan evaluasi total terhadap Satuan Pelayanan Persiapan Gizi (SPPG) yang bertanggung jawab atas pengolahan menu MBG bagi siswa di wilayah terdampak. Langkah ini diambil guna memastikan standar keamanan pangan terpenuhi sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.
Pihak berwenang juga tengah melakukan uji laboratorium terhadap sampel makanan untuk memastikan kandungan penyebab keracunan secara spesifik. Fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh siswa yang masih dirawat mendapatkan penanganan medis terbaik hingga pulih sepenuhnya.

















































