MAGELANG,suaramerdekakedu.com – Upaya pencarian intensif yang dilakukan tim SAR gabungan selama kurang lebih 18 hari akhirnya membuahkan hasil memilukan. Syafiq Ali, pendaki asal Magelang yang dilaporkan hilang kontak sejak akhir Desember lalu, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di kawasan puncak Gunung Slamet, Kamis (15/1).
Jasad korban ditemukan oleh tim penyisir di area tebing kawah, sekitar 50 meter di bawah bibir puncak tertinggi di Jawa Tengah tersebut. Medan yang terjal dengan kemiringan ekstrem serta cuaca yang tidak menentu di ketinggian 3.428 MDPL sempat menjadi kendala utama dalam proses evakuasi yang berlangsung dramatis sejak pagi tadi.
Teka-Teki Izin Keluarga
Kasus hilangnya Syafiq Ali sempat menjadi sorotan luas dan viral di jagat media sosial. Bukan hanya karena durasi pencariannya yang lama, namun juga adanya ketidaksinkronan informasi mengenai tujuan pendakian. Berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban pada awalnya berpamitan untuk melakukan pendakian di Gunung Sumbing.
Namun, fakta di lapangan menunjukkan keberadaan korban justru di Gunung Slamet. Hal ini memicu spekulasi di kalangan komunitas pendaki mengenai pentingnya komunikasi rencana perjalanan (itinerary) yang jujur kepada pihak keluarga serta kewajiban mendaftarkan diri melalui jalur resmi (registrasi basecamp).
Kepulangan ke Magelang
Kepala Kantor SAR setempat menyatakan bahwa jenazah telah berhasil dibawa turun ke pos pendakian dan langsung dievakuasi menuju RSUD terdekat untuk proses pemulasaraan. Berdasarkan hasil identifikasi awal, posisi penemuan korban berada di area yang cukup berbahaya dan di luar jalur pendakian reguler.
Rencananya, jenazah almarhum akan segera dipulangkan ke rumah duka di Magelang untuk dimakamkan pada hari ini. Peristiwa ini kembali menjadi pengingat keras bagi para pegiat alam bebas mengenai pentingnya persiapan fisik, mental, serta kepatuhan terhadap prosedur keselamatan pendakian, terutama saat cuaca ekstrem melanda wilayah Jawa Tengah. (HIL)

















































