SEMARANG,suaramerdekakedu.com–Kemacetan horor terjadi kembali pada (14/1/2026) yang menghantui para pengguna jalan di jalur utama Semarang. Unggahan terbaru dari akun @kejadiansmg memperlihatkan antrean panjang kendaraan berat yang terjebak di tengah proyek perbaikan jalan yang tak kunjung usai. Kondisi ini memicu gelombang kritik pedas dari warga yang setiap hari harus berjibaku dengan debu dan kemacetan.
*Solusi “Urug Tanah” Jadi Sorotan*
Fokus utama kekecewaan netizen tertuju pada metode penanganan jalan yang dinilai kurang efektif. Alih-alih pengaspalan cepat, area jalan yang rusak justru terlihat diurug dengan tanah merah, yang saat hujan menjadi lumpur licin dan saat panas menimbulkan polusi debu hebat.
Beberapa komentar pedas yang “menjual” keresahan publik antara lain:
@dnscrst: “Banjir kok solusi di urug blok!!, meh mbok urug smpe kelep??” tulisnya yang mempertanyakan logika pengurugan tanah di area rawan genangan.
@andreasrizkilopez: Menyebut proyek ini sebagai “Proyek Abadi,” sebuah istilah sindiran untuk pekerjaan jalan yang seolah tidak pernah selesai dan terus berulang di titik yang sama.
@wahyu_anton: Menyoroti kualitas hasil pekerjaan yang dikhawatirkan tidak maksimal karena dipaksakan saat musim hujan demi mengejar target proyek.
*Lumpuh Total: Truk Logistik Mengular*
Dalam foto tersebut, terlihat jelas truk-truk besar bermuatan logistik mendominasi kemacetan. Hal ini tidak hanya merugikan waktu pengendara pribadi, tetapi juga mengancam kelancaran distribusi barang antar kota. Alat berat seperti ekskavator dan roller tampak bekerja di sisi jalan, namun volume kendaraan yang sangat besar membuat arus lalu lintas nyaris tidak bergerak.
Warga mengeluhkan durasi pengerjaan yang dianggap terlalu lama. Akun @tony.wolf12 berkomentar bahwa waktu tiga bulan terlalu lama untuk perbaikan jalan utama, mengingat besarnya dampak bagi para pekerja yang melintas setiap hari.
“Kira-kira tanah urugan e kuwi ambil dari mana ya..?” tulis @moenmoenm03n, mempertanyakan transparansi material yang digunakan dalam proyek tersebut.
*Saran bagi Pengendara:*
Bagi Anda yang akan melintasi jalur ini, sangat disarankan untuk mencari jalur alternatif atau berangkat lebih awal. Tetap gunakan masker untuk menghindari debu proyek dan jaga jarak aman karena kondisi jalan yang tidak rata.

















































