TEMANGGUNG, suaramerdekakedu.com – Pasca benca tanah longsor yang memutus akses jalan utama di Kecamatan Gemawang. Badang Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung mengambil langkah cepat untuk menyelamatkan sektor Pendidikan. Mulai Januari 2026, BPBD resmi mengoperasikan layanan transportasi darurat bagi puluhan siswa sekolah yang terdampak isolasi wilayah.
Terputusnya akses jalur Dusun Diwak membuat para siswa, terutama SD N 2 Gemawang berada dalam posisi sulit. Jalur utama yang biasa ditempuh dalam waktu singkat, kini tertutup material bencana longsor dan tanah amblas. Tanpa bantuan transportasi, para siswa harus memutar arah melalui jalur alternatif yang jaraknya mencapai 14 kilometer, sebuah hambatan besar bagi anak-anak untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Sebagai bentuk kepedulian dan respon cepat, tim BPBD Temanggung mengerahkan armada khusus berupa truk personel dan kendaraan taktis multifungsi. Setiap pagi dan siang hari, petugas bersiaga di titik aman yang telah ditentukan untuk menjemput para siswa.
“Kami tidak ingin bencana ini memutus semangat belajar anak-anak. Jika mereka harus memutar jarak 14 kilometer pasti akan berisiko dan melelahkan. Kami ingin memastikan bahwa bencana atau kerusakan jalan tidak menjadi penghalang bagi anak-anak untuk bersekolah. Tim kami akan bersiaga di lokasi setiap pagi dan siang,” ujar salah satu petugas BPBD di lapangan.
Warga menyambut baik inisiatif ini, mengingat jalur memutar 14 km tidak hanya memakan waktu lama, tetapi juga menambah biaya transportasi bagi keluarga terdampak. Hingga saat ini, perbaikan jalan masih terus dikebut oleh pihak terkait agar mobilitas warga di Kecamatan Gemawang dapat kembali normal.

















































