18.000 Pohon Tumbang, Ribuan Relawan Jaga “Tandon Merbabu”

SM/Dian Nurlita - PENANAMAN : Aksi tanam pohon yang dilakukan di Kawasan TNGM blok lokasi wisata Grenden.

MUNGKID, SM Network – Peristiwa angin kencang di kawasan Gunung Merbabu bebrapa waktu lalu akibatkan lebih dari 18.000 pohon tumbang. Adanya hal itu ribuan relawan pecinta alam dari berbagai daerah gelar aksi tanam pohon di kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGMb).

Kegiatan bertajuk “Melestarikan Alam, Merajut Kebhinekaan” tersebut digelar di kawasan blok Grenden dengan harapan dapat berfungsi secara optimal sebagai ‘Tandon Banyu Masyarakat Merbabu’.

Bacaan Lainnya

“Kegiatan ini dinilai sangat baik dan memiliki manfaat yang besar, karena dapat melestarikan alam terutama hutan. Selain itu, hakikatnya adalah ikut melestarikan isi yang ada di dalam hutan ini, agar udara kita sejuk dan sumber air bersih tetap terjaga dengan baik,” terang Asfuri menyampaikan sambutan Bupati Kabupaten Magelang ,Zaenal Arifin Minggu (2/2).

Turut hadir dalam acara tersebut KSDAE Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Wiratno, mengatakan bahwa masih banyak taman nasional lain yang harus dihijaukan.

“Selain greenden kami punya 54 taman nasional luasnya 16 juta hektar, sebagian ada yang rusak karena masyarakat. Dan sekarang kita kerjasama bersama masyarakat untuk menanami itu dalam program kemitraan,” terang Wiratno.

Ia juga berpesan agar dalam mengelola alam khususnya diwilayah Jawa Tengah harus ekstra hati-hati dengan kondisi alam berupa lereng yang berbukit-bukit. “Sangat penting bagi kita untuk mengelola alam terutama di daerah lereng-lereng seperti ini, itu bahaya sekali jika terjadi longsor. Maka kita bersama-sama dengan masyarakat untuk membuat pertanian sehat dan pertanian terasering,” pesannya.

Sementara itu, Vita Ervita anggota Komisi IV DPR RI, sebagai generasi muda mengajak masyarakat untuklebih peduli terhadap lingkungan dan kelestarian alam. “Kita juga sedang membahas RUU kehutanan agar ekosistem kita tetap terjaga, dan juga sedang menggodog tentang RUU penanganan kebakaran hutan,” jelasnya.


Dian Nurlita

Pos terkait

Tinggalkan Balasan